Pasien Merasa Di-COVID-kan? Ini Saran Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mempersilahkan warganya untuk melapor langsung kepada dirinya jika merasa ada kasus RS 'meng-COVID-kan' pasien. Ia mengakui memang ada laporan dan ia sudah menerjunkan tim.

Salah satu laporan yaitu lewat media sosial yaitu akun Facebook bernama Sulis Tyowati Sidareja Kunci. Warga Gombong, Kebumen itu lewat video meminta bantuan Ganjar dan menceritakan ayahnya yang berobat ke rumah sakit. Ia juga menceritakan pengalaman yang tidak menyenangkan ketika ayahnya tidak jadi dibawa ke ICU melainkan ruang isolasi padahal belum tentu positif Corona.

Sulis bercerita dirinya bahkan mencabut BPJS dan membayar sendiri biaya perawatan dan kemudian memutuskan untuk membawa pulang ayahnya. Ia dan keluarga yang tinggal serumah dengan ayahnya melakukan swab dan hasilnya negatif, namun menurutnya ada mantri rumah sakit yang menyebar kabar kalau hasilnya reaktif.

Hal itulah yang sangat disayangkan Sulis karena ayahnya meninggal dan ternyata tetap harus memakai standar COVID meski hasil negatif. Kemudian menurutnya keluarga menjadi dikucilkan oleh orang-orang sekitar.

Saat di tanya soal itu di kantornya, Ganjar mengatakan sudah menelepon langsung Sulis dan berbincang cukup lama. Ganjar mengatakan masalah yang dialami Sulis sudah rampung, ia bahkan menurunkan tim untuk meninjau langsung perkara itu. Ia mengatakan laporan warga Kebumen itu memang termasuk yang cukup keras protesnya.

"Yang protes keras kan yang Kebumen itu, ternyata menurut mereka negatif, maka sudah saya clearence. Hari ini ada tim saya minta turun," kata Ganjar di kantornya, Senin (14/12/2020).

Ia berharap pihak rumah sakit transparan terkait status pasien, namun tidak diumbar ke publik karena itu hak pasien. Jika ada pasien positif, maka sampaikan ke pasien atau keluarga pasien, tidak ke orang luar.

"Teman teman yang kelola di rumah sakit dan dinas kesehatan di manapun kalau ada datanya jangan dikeluarkan apalagi terkait pasien. Misal negatif atau positif itu hak pasien. Kedua, rumah sakit harus disclose, disampaikan terbuka, kalau positif ya positif, tapi jangan ada yang menyampaikan di luar. Kalau orang menyampaikan di luar kan jadi glenik-glenik (bahan omongan) kemudian mereka ngobrol sehingga terjadi stigmatisasi. Yang kasus di Gombong kan terjadi stigmtisasi. Setelah saya telepon kan, ibunya di rumah sendiri kalau ada orang berpapasan, pada lari," jelas Ganjar.

Ganjar menyayangkan soal stigma negatif yang diberikan masyarakat. Ia meminta perangkat desa atau tokoh masyarakat membantu agar tidak ada stigma itu. Ia juga mempersilahkan jika ada yang bernasib serupa maka bisa menghubunginya.

"Lurahnya, RT-nya, tokohnya ayo donk bareng bareng jangan kasih stigma. Maka kalau ada yang merasa di-COVID-kan, lapor kepada saya. Saya cek saya bikinin tim, saya audit," tegasnya.

Sementara itu di akun Facebook Sulis juga diposting video dirinya berterimakasih kepada Ganjar karena sudah direspons. Pada postingan terbarunya dia juga memposting foto bersama tim yang diturunkan Pemprov Jateng untuk menangani keluhannya. [detik.com]

Belum ada Komentar untuk "Pasien Merasa Di-COVID-kan? Ini Saran Ganjar Pranowo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel