Sungguh Menyentuh Hati, Hakim Cium Tangan Terdakw4 Dan Ternyata Gurunya Sendiri (Sebuah Pelajaran Berharga)

Sungguh Menyentuh Hati, Hakim Cium Tangan Terdakw4 Dan Ternyata Gurunya Sendiri (Sebuah Pelajaran Berharga) - liputan9

LIPUTAN9.ORG - Sungguh Menyentuh Hati, Hakim Cium Tangan Terdakw4 Dan Ternyata Gurunya Sendiri (Sebuah Pelajaran Berharga).  Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakw4.





Terdakw4 yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, �Inilah huk*man yang kuberikan kepadamu, Guru.�


Rupanya, terdakw4 itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakw4 setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia mem*kul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya.


Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, puk*lan dari guru itu bukanlah keker4san. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak meluk4i. Hanya sebuah puk*lan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Puk*lan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang


Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.






Dulu, saat kita �nakal� atau tidak disiplin, guru biasa menghuk*m kita. Bahkan mungkin pernah memuk*l kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orang tua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.


Lalu saat kita menjadi orang tua di zaman sekarang� tak sedikit berita orang tua melaporkan guru karena telah mencub1t atau mengh*kum anaknya di sekolah. Hingga menjadi sebuah fenomena, seperti dirilis di Kabar Sumatera, guru-guru terkesan membiarkan siswanya. Fungsi mereka tinggal mengajar saja; menyampaikan pelajaran, selesai.






Bukannya tidak mau mendidik muridnya lebih baik, mereka takut dilaporkan oleh orang tua murid seperti yang dialami teman-temannya. Sudah beberapa guru di Sumatera Selatan dilaporkan orang tua murid hingga harus berurusan dengan polisi. Termasuk yang terjadi terhadap Bapak Aop di Kabupaten Majalengka, gara-gara mencukur rambut siswa yang gondrong dengan tujuan menegakkan disiplin, Pak Aop harus berurusan dengan polisi bahkan sampai ke pengadilan hingga ke Mahkamah Agung (MA).



Semoga tulisan ini, bagi kita para orang tua atau wali murid, bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan guru. Kita bersinergi untuk menyiapkan sebuah generasi masa depan. Bukan hubungan atas dasar transaksi yang rentan lapor-melaporkan

Artikel ini tayang di liputan9.org dengan judul Sungguh Menyentuh Hati, Hakim Cium Tangan Terdakw4 Dan Ternyata Gurunya Sendiri (Sebuah Pelajaran Berharga)

Belum ada Komentar untuk "Sungguh Menyentuh Hati, Hakim Cium Tangan Terdakw4 Dan Ternyata Gurunya Sendiri (Sebuah Pelajaran Berharga)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel