Menristek: Lima Perusahaan Siap Produksi GeNose C19 secara Massal

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini ada lima perusahaan yang siap memproduksi alat GeNose C19 secara massal. Konsorsium perusahaan tersebut, kata Bambang, menargetkan produksi sebanyak 5.000 GeNose pada Februari mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bambang dalam konferensi pers penyerahan satu unit GeNose C19 dan Rapid Test Berbasis Antigen CePAD kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Kamis (7/1/2021).

"GeNose ini sudah mendapat izin edar 24 Desember 2020 dan rencananya dengan konsorsium yang terdiri dari lima perusahaan mereka akan memproduksi massal, targetnya Februari 5.000 dan bisa lebih besar," ujar Bambang.

Bambang memastikan, pihaknya akan membantu Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku pembuat alat tersebut agar mendapatkan mitra dengan standar yang baik.

Terlebih saat ini sudah banyak pesanan untuk pembelian alat screening Covid-19 dengan cara ditiup tersebut.

"Pesanan sudah sangat banyak, mudah-mudahan bisa segera dipenuhi sesuai schedule," kata Bambang.

Sementara untuk rapid antigen CePAD buatan Universitas Padjadjaran (Unpad), izin edarnya telah didapatkan pada awal November 2020 lalu.

Saat ini, alat tersebut sudah bisa diproduksi hingga 500.000 unit per bulan. Utamanya untuk memenuhi kebutuhan rapid antigen yang menggantikan rapid antibodi.

Adapun GeNose dikembangkan untuk mengidentifikasi virus corona dengan cara mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC). Menurut anggota Tim Pengembangan GeNose Dian Kesumapramudya Nurputra, VOC terbentuk oleh infeksi Covid-19 yang keluar saat bernapas.

Orang yang diperiksa menggunakan GeNose C19 lebih dahulu mengembuskan napas ke tabung khusus. Selanjutnya, sensor-sensor dalam tabung tersebut akan bekerja mendeteksi VOC.

Kemudian, data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligent. Hanya dalam 2 menit, alat tersebut akan menunjukkan seseorang positif atau negatif Covid-19.

Akurasi GeNose disebut mencapai 97 persen dalam mendeteksi keberadaan virus corona melalui embusan napas.

Meski demikian, Bambang memastikan bahwa GeNose C19 merupakan alat screening Covid-19 dan bukan alat diagnosis seperti halnya polymerase chain reaction (PCR).

Dengan demikian, mereka yang menggunakan GeNose pun harus tetap dilakukan tes PCR untuk memastikan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak.[kompas.com]

Belum ada Komentar untuk "Menristek: Lima Perusahaan Siap Produksi GeNose C19 secara Massal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel