Sambil Nyoto di Semarang, Sri Mulyani Ungkap Potensi Industri Kuliner Indonesia

Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor ekonomi, tak terkecuali industri kuliner. Tekanan tersebut menjadi sangat parah bagi mereka yang berada di lokasi wisata.

“Dengan adanya pandemi Covid-19, tentu industri kuliner terkena dampaknya, khususnya mereka yang berada di daerah tujuan wisata yang tertekan karena penurunan jumlah wisatawan,” tulis keterangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menyantap Soto Semarang dalam akun Instagram resminya @smindrawati, Jumat (26/3/2021).

Meski begitu, Sri Mulyani melihat perkembangan teknologi informasi bisa membantu industri yang diisi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ini untuk segera bangkit. Tren platform aplikasi dari mulai transportasi, media sosial hingga jual-beli di marketplace merupakan sarana yang bisa dimanfaatkan.

Dia mengakui, kehadiran platform tersebut bisa menjadi tantangan dan hambatan besar di tengah arus teknologi yang begitu cepat. Mereka dituntut beradaptasi sehingga bisa bertahan dan berkompetisi dengan baik di tengah pandemi Covid-19.

“(Ini) merupakan peluang sekaligus tantangan khususnya, bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Saat ini, industri kuliner tercatat sebagai subsektor penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar dari ekonomi kreatif. Setiap tahun, sektor ini berkontribusi sekitar 42 persen dari total PDB ekonomi kreatif.

“Kekayaan ragam kuliner Tanah Air patut dibanggakan dan dijadikan modal untuk mengembangkan potensinya,” tuturnya.

Karena itu, dia meminta pemilik usaha kuliner terus berinovasi dalam menawarkan produknya. Produk kuliner yang ditawarkan diharapkan berkualitas dan disukai masyarakat.

“Tidak sekadar memenuhi cita rasa dan selera, tapi juga memenuhi gaya hidup masyarakat kini,” ucapnya.  [inews.id]

Belum ada Komentar untuk "Sambil Nyoto di Semarang, Sri Mulyani Ungkap Potensi Industri Kuliner Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel